Balada Plagiat di Sidang Tugas Akhir

Sedikit cerita dari hari ini.

Latar belakangnya: saya diamanahi sebagai Koordinator Tugas Akhir (TA -atau Skripsi) di lingkungan program studi. Tugas saya mengatur jadwal dan melaksanakan proses terkait TA mahasiswa. Mulai dari pendaftaran, ke pelaksanaan Seminar TA (di beberapa tempat mungkin memakai istilah Sidang Tengah Skripsi atau Progress Skripsi), sampai ke pelaksanaan Sidang TA (Ujian Skripsi).

Cukup berat karena waktu itu saya juga tiba-tiba diberi amanah tanpa mengerti benar proses yang sudah ada. Tapi secara keseluruhan saya menikmati dan mensyukuri (Alhamdulillah) walau pun ada beberapa keluhan terkadang terucap.

Semester ini pun saya melaksanakan proses yang sama. Beberapa pekan lalu baru melaksanakan Sidang Tugas Akhir dengan kurang lebih 110-an peserta. Dan seperti biasa, ada beberapa mahasiswa yang harus Sidang Ulang TA. Saya pikir kasus yang sama seperti semester sebelumnya: mahasiswa ketika ditanyai ketika Sidang TA tidak bisa menjawab, atau diminta mengubah program yang dibuat tidak bisa.

Sidang Ulang pun dilaksanakan hari ini tadi. Saya pikir akan seperti sebelumnya: sidang berjalan cepat dengan mahasiswa sudah bisa menjawab ketika ditanya, atau sudah paham dengan program yang dipakai untuk TA-nya. Biasanya rekan-rekan dosen masih menerima mahasiswa yang ketika TA, programnya dibuatkan orang lain asalkan paham dan bisa mendokumentasikan program tersebut di Buku TA dengan baik -sehingga layak diluluskan.

Sidang ulang dilaksanakan. Saya datang agak terlambat karena lupa harus menyerahkan form nilai dan berita acara. Saya masuk ruangan sidang ketika sidang sudah selesai. Saya minta maaf ke para dosen lainnya karena terlambat. Saya bilang sempat lupa ada sidang ulang dan ada dokumen yang harus saya cetak. Tapi setelah saya masuk salah satu dosen bilang ke saya “Pak Agyl, nanti disini dulu ya”.

Saya sempat merasa heran. “Ada apa ya ?”. Akhirnya setelah mahasiswa keluar ruangan, saya duduk bersama 3 penguji Sidang Ulang tersebut. Mereka menceritakan kondisi dari mahasiswa yang sidang ulang. Kondisi yang baru saya temui selama jadi Koordinator TA -karena saya kira tidak akan pernah terjadi. Kondisi itu adalah Plagiat.

Saya sempat tidak percaya. Saya pastikan lagi bagaimana para Penguji bisa yakin bahwa mahasiswa melakukan plagiat. Mereka bilang “kelihatan di buku dan programnya. Data yang dipakai sudah sangat lama. Nama mahasiswa dan dosen pembimbing juga belum diubah. Kelihatan jelas dia memplagiat Tugas Akhir orang lain”.

Ah. Bukti sudah berkata seperti itu dan 3 orang penguji sudah bersaksi. Saya tidak perlu memeriksa lagi.

Kemudian saya dimintai pendapat sebaiknya bagaimana. Para penguji mengusulkan untuk tidak diluluskan. Karena SANGAT BERESIKO meluluskan mahasiswa yang melakukan plagiat TA. Ya. Dampaknya tidak akan kecil.

Anda pernah mendengar Doktor lulusan ITB yang terbukti melakukan plagiat ? yang terkena dampak tidak hanya namanya yang rusak. Gelar Doktornya dicabut dan keluar dari posisi CPNS Dosen. Keluarga juga ikut malu. Pembimbing desertasi terkena peringatan, dan nama ITB serta Indonesia sempat buruk karena plagiatnya terbukti di tingkat internasional.

Kembali ke cerita. Akhirnya ada kesepakatan mereka tidak diluluskan, tapi juga kita beri kemudahan agar semester depan bisa lulus. Ada beberapa teknis yang dibahas dan setelah itu sepakat agar mahasiswa segera diberitahu.

Saya kemudian mengajak bicara dengan beberapa mahasiswa tersebut. Saya beritahu mereka hasil rapat kecil dengan penguji. Salah satu dari mereka tidak siap mendengar keputusan tersebut. Beberapa kali menunjukkan ekspresi tidak senang dan kecewa. Tapi dia membela diri yang intinya: “Pak, ini TA saya tidak akan dipakai ditempat yang saya jadikan studi kasus. Jadi percuma mengubah data”.

Saya katakan ke dia: “Bukan masalah dipakai tidak dipakai, Anda melakukan plagiat yang merupakan kegiatan akademik paling rendah. Anda itu belum memiliki kelayakan akademik untuk diluluskan. Jika Anda kita luluskan, tidak ada bedanya Anda dengan yang beli ijazah”.

Kemudian saya jelaskan resiko yang ada jika kami meluluskan mereka. Di akhir mereka menerima tapi sempat menawar agar diberi waktu 3 hari. Saya sempat pertanyakan: “Kalian bekerja juga. Bisa 3 hari menyelesaikan semua ?”.

Akhirnya mereka saya arahkan ke pembimbing mereka. Yang seperti saya duga: pembimbing mereka menyampaikan hal yang sama. Tidak menerima tawaran mereka. Salah satu dari mereka juga memastikan beberapa kali ke saya: “berarti saya harus bayar SPP lagi Pak semester depan ?”. Ya saya jawab “Iya”, walau pun saya juga tahu dia berharap tidak perlu bayar SPP lagi.

Mau bagaimana lagi ? itu konsekuensi dari tindakannya sendiri.

Internet Plagiarisme Illustration by Blaugh.com

Seperti ini kira-kira jika mahasiswa yang plagiat tidak terima. Hak cipta oleh Blaugh.com

Ya. Plagiat. Ini momok paling mengerikan sebenarnya di dunia pendidikan tinggi. Apalagi di Informatika yang terbiasa dengan Google. Seringkali tugas membuat makalah atau presentasi mahasiswa melakukan salin tempel (copy paste) dari hasil pencarian di internet. Mereka tidak terbiasa menulis dari nol. Saya sempat mencoba metode menulis singkat untuk tugas (hanya 50 – 100 kata), hasilnya tidak terlalu baik. Masih banyak yang plagiasi dari internet. Luar biasa mengkhawatirkan.

Mengkhawatirkan karena mahasiswa jadi terbiasa tidak memahami konsekuensi plagiasi. Sehingga ketika di akhir kuliah mereka melakukan plagiat, mereka anggap tidak apa-apa dan akan baik-baik saja. Sehingga kaget ketika plagiat mereka lakukan, dan mereka tidak diluluskan. Saya melihat sendiri fenomena “kaget” itu di mahasiswa yang sempat tidak terima ketika saya beritahu itu. Seakan dia ingin berkata “Harusnya saya diluluskan karena seharusnya tidak masalah saya memplagiat orang lain”.

Akhirnya tadi sempat diskusi kecil dengan dosen-dosen muda lainnya. Mulai semester depan kita akan mulai mencoba agar tugas-tugas yang plagiat ditegasi langsung diberi nilai nol. Selama ini masih ditoleransi karena masih kita anggap “proses belajar”. Tapi jika sudah jadi kebiasaan, akan lebih banyak lagi muncul kasus seperti ini hari ini. Plagiat ? Nolkan Saja.

Oh iya. Semoga tulisan saya ini tidak plagiat juga 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s