Ini mungkin telat, tapi belum terlalu jauh dari momen yang ada.
Tanggal 10 November kemarin para Pengajar Muda (PM) dari gerakan Indonesia Mengajar (IM) angkatan I sudah menuntaskan masa tugas mereka. Aku masih ingat bagaimana waktu itu aku juga termasuk yang mencoba untuk mendaftar sebagai seorang PM. Ketika gerakan tersebut baru saja didengar orang. Aku sudah menduga, aku yang seorang anak manja yang sedikit punya prestasi dan pengalaman leadership tidak bisa lolos. Sedikit menyesal, karena kesempatan emas untuk menjadi orang yang bermanfaat sudah lewat. Sampai aku mendengar kesempatan ke-2 dibuka.
Ah, tapi saat itu aku sudah berada di tempat lain. Aku diterima bekerja disebuah lembaga negara, yang katanya sebuah cara mengabdi untuk negeri. Secara tidak terduga seorang teman meng-inisiasi sebuah inisiatif mengumpulkan dana untuk dibelikan ensiklopedia dan dikirim ke salah satu daerah penempatan PM -yang merupakan sahabat kami.
Aku pun akhirnya membantu temanku itu, sebagai salah satu. Singkat cerita, aku sempat ke markas IM dan kontak dengan mereka untuk meluruskan pemakaian nama mereka. Ya, entah kenapa aku merasa sangat terinspirasi ketika bertemu dengan pihak IM. Jika berada di markasnya saja sudah merasa terinspirasi, bagaimana dengan anak-anak di pelosok daerah yang berinteraksi dengan para PM ?
Aku membayangkan bagaimana para PM nantinya.
Bagaimana mereka bisa menyebarkan bibit inspirasi di seluruh pelosok negeri dan bagaimana inspirasi itu bisa tumbuh dan berkembang. Dan pada akhirnya bibit-bibit tersebut akan menghasilkan buah yang akan dinikmati banyak orang: sebuah peradaban. Ya, Peradaban Indonesia !
bibit peradaban
Peradaban. Karena ini bukan hanya masalah negara kita seharusnya kaya. Bukan hanya masalah bagaimana menjadi negara terkuat. Tapi bagaimana negeri ini bisa membangun peradaban, sebuah negeri yang beradab dan bermartabat -dan kekayaan serta kekuatan hanya alat untuk mencapai hal tersebut.
Para Pengajar Muda, merekalah Pahlawan yang nyata di negeri ini saat ini. Aku senang bisa sempat berkontribusi bersama mereka, walau pun dengan hanya mengirimkan ensiklopedia. Yang aku membuatku lebih senang, angkatan I memiliki rentang umur yang sama denganku. Artinya ? suatu saat aku mungkin saja bekerja sama dengan mereka untuk membuat negeri kita lebih maju
Selamat datang para Pahlawan. Sekarang Indonesia masih membutuhkan kiprah kalian. Ayo kita bangun negeri ini, kita bangun peradaban Indonesia
