jump to navigation

Bencana dan bencana ( lagi ( lagi-lagi ) ) Kamis, 1 Oktober 2009

Posted by Gyl in My Minds.
Tags: , , , ,
trackback

Kemarin hari Rabu ( 30 September ), sekitar jam setengah 6 sore saya pulang kerumah. Kemudian karena mungkin jam tidur masih kacau, jam 6-an tertidur dan baru terbangun sekitar jam 12 malam. Setelahnya saya mandi, kemudian makan. Iseng-iseng sambil makan saya menyalakan TV di kamar. Kebetulan channel yang tersetel adalah tv one. Berita yang ada adalah mengenai jumlah korban dan dengan video yang diputar adalah orang-orang yang berlarian dengan panik.

Saya yang masih tidak tahu apa-apa mengenai gempa yang terjadi masih berpikir, “Ha? ada bencana lagi ya ?”. Ternyata benar, setelah beberapa menit kemudian akhirnya saya tahu telah terjadi gempa lagi.

Bencana (lagi) di Indonesia. Mungkin orang sampai sudah bosan dengan lagu  ”Untuk Kita Renungkan” dari Ebiet G Ade, atau mungkin lagu-lagu baru dari pemusik pemusik kita yang bertemakan intospeksi, renungan, dan masalah kelakuan kita selama ini.

Seperti sudah menjadi kebiasaan. Urutannya : setelah bencana, bantuan dana, makanan, kesehatan, dll datang dengan deras. Banyak TV yang meliput, dan banyak pula yg menonton dengan seksama. Tim-tim bantuan datang di daerah bencana membantu revitalisasi. Sementara di daerah lain mungkin banyak pengajian-pengajian akbar yg isinya berdoa untuk keselamatan bangsa.

Sekarang mungkin orang bahkan sudah selalu siap mentransfer uang ke rekening-rekening media televisi yang dialokasikan untuk bantuan, atau bahkan selalu siap untuk menjadi sukarelawan tim bantuan.

Hebat

Bangsa Indonesia masih bisa bertahan dengan kondisi ini. Masih bisa bersabar dengan kelakuan anggota dewan yang dilantik dengan biaya selangit di waktu yang sama ketika daerah bencana gempa di Padang membutuhkan bantuan yang nyata dan berarti :|

Saya juga disini sebenarnya tidak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan. Sebenarnya bisa saja ikut menjadi sukarelawan, tapi masih ada kewajiban studi yang harus saya selesaikan.

Kalo ada pertanyaan “sebenarnya apa yang harus di introspeksi dan diperbaiki bangsa Indonesia ?”. Ya.. masih banyak yang harus diperbaiki dari bangsa ini. Terutama kelakuan korup yang sudah mengakar. Pelan tapi pasti, ayo sama-sama kita perbaiki.

Komentar»

1. nh18 - Kamis, 1 Oktober 2009

Iya dik …
Mari sama-sama kita perbaiki …

Memang terasa “njomplang” sekali …
Pelantikan + yang lain-lain dengan biaya sekian …
Sementara di sisi Indonesia Lain … masyarakat masih mengais sisa-sisa reruntuhan untuk mencari sanak keluarga yang mungkin tertimbun di bangunan … belum lagi anak-anak kecil yang menangis karena ketakutan dan kelaparan …
Ah …

Doa dan Salam saya