h1

IT Praktis

Selasa, 6 Mei 2008

Iya, kemaren sore sampai malam asistensi praktikum sistem operasi lagi. Yang menarik dari praktikum ini itu satu : yang dinilai adalah prosesnya. Iya, jika sebelumnya lebih banyak orientasi hasil, jika mereka bisa , kasih nilai.

Ya.. kemaren modul 4 : instalasi software di Linux. Mulai dari bagaimana jika installer berekstensi *.tar.gz, *.tar.bz2, *.bin, *.deb, *.deb.gz ( modifikasi, secara default gak ada ). Atau bagaimana jika instalasi harus menyambung ke repositori dengan mengatur dulu file /etc/apt/sources.list dan mengarahkannya ke repo lokal ( DVD ) atau mengarahkannya ke mirror ( kambing.ui.edu atau mirror.its.ac.id ).

Karena kendala infrastruktur… yach. komputer yang tersedia ubuntunya aslinya 6. Tapi 2 down gara-gara praktikan pakai latihan ketika sebelum praktikum. Padahal paginya barusan kuinstall ulang :?

Tapi aku senang lihat semangat mereka untuk mencoba :) gpp dech 2 ubuntu down, nanti kuinstall lagi.

Kembali ke proses… terkait infrastruktur, karena ada yang koneksi nya gak bisa nyambung kemana-mana, jadi jika memakai apt-get pasti error. Terus penilaiannya dilihat dari apakah mereka paham proses yang harus dilakukan apa tidak. Kendala biasanya ada ketika harus menginstall program dengan installernya berekstensi *.tar.gz.

Ya… sayang sekali ada praktikan yang tidak mencoba sebelumnya. Mereka membawa catatan dari teman yang udah masuk duluan bagaimana cara menginstallnya. Akibatnya mereka kebingungan. Walau pun mereka ada catatan lengkap tapi kalo gak mencoba sebelumnya, pasti kesusahan :?

Ya… ada beberapa anak ngomong memang belum mencoba, mereka mencatat apa yang dilakukan praktikan yang udah praktikum duluan. Lengkap memang catatannya, tapi sama aja… mengecewakan karena mereka terpaku pada catatan itu akhirnya. Karena terpaku pada catatan, akhirnya mereka menjelaskannya kaku.

Terutama *.tar.gz… padahal setelah melakukan tar -xvzf “nama file”, biasanya ada beberapa langkah lanjutan. Kalo gak “make” atau “make install”, bisa lihat Readme nya ( kadang ada panduan dari sananya), atau melakukan ./configure, atau ./autogen.sh, atau lainnya.

Karena terpaku pada catatan, mereka ya taunya dari catatan itu. Padahal ada banyak selain cuma make atau ./configure.

Ah… yang lain mau dan bisa mencoba kok. Kenapa mereka gak bisa ya :|

Akhirnya aku ngasih nilai seadanya buat yang seperti itu. Sementara dengan apt-get karena biasanya error kekurangan compiler C, nilainya ditanya dari bagaimana setelahnya jika error seperti itu. Sederhana.. tapi banyak juga yang kesusahan kemaren :)

Ya.. memang namanya juga IT yang bersifat praktis. Memang intinya adalah mencoba. Atau dengan kata lain adalah membiasakan diri. Hmm… setelah ini modul 5 : Bash Scripting. aduh… aku sendiri gak terlalu bisa yang ini. Ah.. belajar lagi.

2 comments

  1. PERTAMAX …. halah

    hmm kalau berorientasi proses itu gimana tolok ukur penilaiannya gyl? apa ga susah?

    btw … Praktisi IT itu berarti orang yang belajar IT praktis yah … hehehe


  2. @noval78
    Ya itu mas… tergantung apakah mereka bisa menjelaskan proses instalasi yang dilakukan apa gak…

    Hmm.. perasaan itu termasuk hasil juga ya ? hasil belajar mereka tapi…

    Praktisi IT ?? bukannya yang tau “best practices” nya dari penggunaan IT ya ??


Tinggalkan Komentar