Hujan pun menari malam ini… Senin, 5 Mei 2008
Posted by Gyl in Feelings Log.Tags: curhat, prosa, puisi
trackback
Ahh… terlalu banyak puisiku tentang hujan. Tapi gak apalah, senang hujan soalnya
——————————————————————-
Hujan pun menari malam ini…
Malam ini…
hujan pun mulai menari
Memainkan melodi
yang merdu
untuk ibu pertiwi
tanpa kata-kata
dia menari
melantunkan nada
nada keindahan
oleh semesta alam
nada hujan…
dalam gerimis teralun
basahnya rerumputan..
tersirat sebuah pesan
Pesan untukku…
tanpa berkata,
melalui tarian
ia hanya berbisik kepadaku
tersenyumlah..
karena harapan itu selalu ada
berharaplah…
karena itulah kehidupan
hiduplah…
karena dengan itu kau bisa merasakan keindahan..
dan rasakanlah dengan hati..
karena hatimu ada untuk merasakan
dia pun pergi
bersama angin…
dan dia pun menari malam ini…
membiarkan semua melihat
indahnya tarian itu
tarian dalam makna kehidupan
dan malam ini,
hujan pun tetap menari.
mengalunkan sebuah melodi….
by : Gyl
——————————————————————-
Hmm… susah juga ya bikin puisi. Hmm. ya, malam ini gak terduga. Ternyata aku masih melukai seseorang lagi.. Maafkan aq. Aq tidak bermaksud..
Hmm… aq jadi bingung langkah apa yang harus kuambil
. Btw, udah hampir 3 tahun. Kurang 1 tahun lagi dan secara kimiawi udah hilang. Apa yang sebaiknya kulakukan ?
Gak ngerti yang kutulis kan ? Ya udah… memang aku menulis yang tidak bisa dimengerti. hehe
[ ditulis dalam malam dengan cuaca yg menyenangkan
]


hehehe ngak mau dijadiin pengalaman kolektif yah
lha katanya menyakiti orang lagi, kok swasananyah menyenangkan???
assalamualaikum wr wb
(karena terlalu asik dengan software engineering, desain dan analisis algoritma, serta grafika komputer
)
Aku g moco puisine, lagi males sama hal-hal melankolis.
Tentang 3 tahun, g selalu efek feromon “cinta” itu hilang dalam waktu 4 tahun. Kalau berpikir begitu, kita terlalu naif.
Efek feromon ini sangat bervariasi pada tiap individu, bahkan, bervariasi juga pada momen-momen yang berbeda, meski momen2 itu terjadi dalam satu individu yang sama.
Hmmm…., mungkin masalah ini bisa diselesaikan dengan dynamic programming. Tau kan??
Dalam dynamic programming ada elemen yang namanya memoization. Dari sudut pandang sosial, memoization mirip dengan istilah “belajar dari pengalaman”.
Let’s try…
si agung lagi menyampaikan kuliah
*pulang lagi aja ah
btw, ninggal komen dulu
melu seneng ik…koncoku wes mulai produktif lagi
keknya Gyl suka maen hujan2an ya??