Terlalu Vulgar dalam ekspresi di Blog Kamis, 10 April 2008
Posted by Gyl in Feelings Log.Tags: curhat, diary, ekspresi blog, etika menulis, Opini
trackback
Iya… 3 hari ini, 2 orang ngomong ke aku yang intinya “Jangan ditulis di blog”. Hmm… apa yang salah ?
Aku flashback ke masa lalu ( kurang lebih 1 tahun yg lalu ). Ya.. aku menulis alasan untuk menulis blog disini dengan vulgar. Menyebut nama dan blog di friendsterku. Terus… selang beberapa bulan. Aku banyak menulis tentang “seorang bidadari” yang kuanggap spesial. Ya… banyak nulis tentang dia. Tapi gak nyebut nama. Terus juga nulis 2 nama dalam satu postingan… tapi itupun aku menulis nasihat yang mereka berikan ke aku.
Aku mikir lagi setelah tadi ada kata-kata dengan inti “Jangan ditulis di blog”. Hari Senin benernya udah dibilangin gitu juga sama temen. Ada temen ngasih nasihat, aku bilang “ini kumasukin ke koleksiku ya ?“.
Tapi dia ngasih taunya “konsumsi pribadi aja, jangan ditulis di blog dulu“. Ha ? Aku kan maksudnya nyimpen di file text yang isinya nasihat-nasihat yang kudapat…
Yang barusan ada dialog… aduh… Why don’t you tell me earlier ?
If you has something that bothering you because of me… just tell me directly. I couldn’t know everyone’s mind and feeling…
Oke.. aku akui aku memang salah. Sebagai bloger yang masih belajar menulis dengan baik, aku memang seorang melankolis dan dibumbui sedikit sanguin dalam hal ekspresi. Akibatnya ? Mengekspresikan perasaan tanpa melihat akibatnya dulu. Ekspresi perasaan oleh melankolis, tapi dengan kecuekan seorang sanguin. Kombinasi yang cukup buruk. Karena rekorku mengacaukan milis Kelas SMA dan milis angkatan masing-masing 1 dan 2 kali gara-gara ekspresi kebablasan
Dengan pikiran “yang penting perasaan ini lega dulu, masalah akibat, nanti saja“, tentu saja aku merasa tidak bersalah. Dalam hal ini karena tidak ada etika tetap dalam blog. Tapi, setiap orang tentu saja seharusnya mempunyai pemahaman etika nge blog. Walau pun dengan istilah yang terkenal dalam dunia blog : ” Ini blogku, terserah aku mau isi apa “
Aku tetap ingin mempunyai etika tersendiri dalam menulis. Setidaknya orang lain tidak terganggu oleh tulisanku secara personal. Dalam etika profesional, yang terbaik salah satunya adalah memastikan tidak melukai orang lain. Ya… kalo pun aku mengutip nama, aku harus bisa memastikan dia tidak merasa privasinya terganggu karena tulisanku, baik itu di blog atau pun di mana pun.
Ya… aku kira, aku sebaiknya ambil aja pelajaran yang ada. Tapi aku nulis lagi diatas ( dialog yg kami lakukan ), kira-kira akan terganggu gak ya kalo temenku itu baca ??
serba bingung soalnya ini
[ Buat yang udah ngasih tau, makasih udah ngasih tau
. Senang ada temen mau terus terang ke aku
. Soalnya rata-rata udah takut duluan sebelum ngomong
. Ayolah... aku tidak berbahaya ]


Setidaknya orang lain tidak terganggu oleh tulisanku secara personal
Tambahan, dan juga agar tidak mengandung kata-kata “FITNA” agar tidak diblokir
tetep posting tp diproteksi aja…
klo bagiku
yg penting dari tulisan adalah semangat menulisnya..
Selama menulis itu memiliki semangat , semua orang pasti akan mengerti maksud tulisanmu
biarkan kambing mengembik blogger tetep blogging n blogwalking….
@nazieb
FITNA ? Ah.. sudah lewat mas..
@wennyaulia
Hmm… boleh juga. Tapi kalo kuproteksi siapa yang baca ?
@hanggadamai
semangat tulisan ya ? Hmm..
@abee
hahaha… ya gak gitu dong bee. Masalahnya kadang yang baca itu orang disekitarku bee… Kalo sembarangan nulis bisa hancur aku..
saya juga dalam proses belajar nulis blog, dan terkadang saya juga terlalu vulgar menuliskan masalah pribadi saya, ngga nyebutin nama sih, tapi pasti semua anak kelas tau orangya jika mereka melihat blog saya. emang nekat betul. tujuan awalnya sih untuk nyari saran dan solusi doang. hihihi
@missglasses
Hmm… iya. Sepertinya harus berlatih menulis anonim. Masalah saya sama kayak dinda itu… temen-temen di lingkungan biasanya tahu…
Tulisanmu kali iki bener2 berat Gyl. Aku g pate’ paham maksude.
Hmm…, opo aku sing lagi heng yo???
HAA??
DOKTER GIGI ?
wedew!!…
dibaca gak ya ?
*panik*
hehhehehehehe
cuek aja deh..
just like the legend said
blog aing
kumah aing
: )
*berharap blog tidak dibaca peri gigi*
muekekekekekekeke
@agung
Ha ? berat ? gak kok… kayaknya kamu yang lagi hang. Habis ngapain kamu ?
@Kiki
Hmm… sembarang mbel. Etika menulisku bukan etikamu..