jump to navigation

Terima Kasih… walau pun kamu tidak paham Selasa, 22 Januari 2008

Posted by Gyl in Feelings Log.
Tags: , , ,
trackback

Bismillah…

Habis chatting… sama temen cewek “lama”. Kelihatan lagi suatu kenyataan… yang menyakitkan. Dan ada pikiran lagi yang muncul : “ternyata dia belum paham tentang aku”. Dan dia terilhat bahwa aku adalah orang hina di hadapannya.

You said : Forgiven but not forgotten.

-No.. you do not even forgive me. Your words don’t tell that…

Pernah aku menulis tentang bahwa aku rela dia ngomong apa aja dengan ceritanya… tapi kenyataan berbicara lain. Setelah UAS selama kurang lebih 4 minggu :evil:

Tiba-tiba aja beban numpuk keluar ke permukaan. Perasaan langsung kacau… pol.
Chat sama dia… dimulai dengan pembicaraan tidak asyik olehKu. Dibales dengan seadanya sama dia. Yach… kalo lagi kambuh gini memang, Garing !

Terus agak lama aku tanya sesuatu berkaitan dengan masa lalu. Aku tanya tentang kenapa aku dulu menyebalkan, maksudku mau memperbaiki diri. Dan ? dia gak mau jawab. Katanya mbuh, males nginget2, ga tau, lagi ga mood, dll.

Terus aku bilang “aku gpp kok, jawab aja”. Maksudku karena aku pikirmungkin dia takut nyakitin aku, makanya dia kayaknya ga mau jawab. Eh.. malah dia bilang

“Ya kayak gini… bikin sebel. Mekso.. aku bilang ga malah ngomong “aku gpp kok”

Aku tanya “berarti aku barusan menyebalkan”. Malah dia jawab

“gini ini lo.. bikin bt”

Aku ingin berubah. Makanya pengen tahu dimana salahku dulu. Berniat baik, eh… malah hatiku di sayat-sayat. Aku udah ngomong “ngomong aja kalo ga mau jawab”. Apa sich susahnya berkata “Maaf, aku ga mau jawab”. Huff..

Sakit sekali rasanya :(

Agak lama lagi dia ngajak ngomong lagi. Tanya tentang cowok yang paling ganteng, alim, pinter di angkatan. Dan seterusnya gimana ? :) menyenangkan… aku seneng sekali. Tapi setelahnya itu… aku tahu kenyataan lagi… dan berpikir : “Dunia itu kejam ya ?”

Kenapa ketika keadaan seperti ini aku dipaparkan kenyataan seperti itu ? Astagfirullah…

Setelah berpikir agak lama aku tahu jawabannya : “Biar aku melihat kenyataan”

Ya… ada sesuatu yang positif di balik semua itu. Dan aku harus berpikir lagi tentang itu…

Dia pernah ngomong :

“Sekarang kita udah saling memahami, jangan saling menyakiti lagi ya…”

Apa kata-kataku sekarang tentang itu ?

“Tidak… aku mungkin paham sedikit tentang kamu. Tapi kamu tidak paham apa-apa tentang aku “

Tapi terima kasih… terima kasih banyak. Terima kasih sudah membuka mataku… atas kejamnya dunia !

Komentar»

1. Ilalang - Kamis, 24 Januari 2008

Gyl, gmana klo kamu simpan cerita ini dalam file yg benar2 terjaga.

Di waktu datang, kamu bisa masukkan sebagai potongan kisah dalam novel yg kamu tulis.

Manusia bisa tak pernah rugi.

2. Gyl - Kamis, 24 Januari 2008

Hmm… oke ;)

Ide bagus

3. rwinciyin - Jumat, 25 Januari 2008

inget kisah lama,tapi alhmd skarang uda paham makna yg bisa diambil dari kisah itu.

lots thing happen come and lost in our life…
theres nothing left only ourself with many questions but sure for the one

4. h4ru - Senin, 28 Januari 2008

Rasanya,,
sperti majas ironi.
Dasar melankolis,,