jump to navigation

Fenomena antosalafy bagi saya Kamis, 13 Desember 2007

Posted by Gyl in Islam related.
Tags: , , ,
trackback

Bismillah…

Sebelumnya ini tidak berniat provokasi atau apa pun. Aku cuma mau menulis yang ada di pikiranku :D

Lama ga berurusan dengan hal seperti ini, soalnya memang udah lama ga berkecimpung di dunia perang pemikiran.

Ya.. antosalafy. Mungkin para blog walker udah kenal orang ini dan sepak terjangnya :)

Ya… mungkin ada yang mendukung dia, melawan dia, mencaci dia…

Aku termasuk yang mana ? Mungkin netral aja dech. Cuma memang ada beberapa pemikiran yang mengganggu tentang dia, terutama postingan nya tentang bumi sebagai pusat tata surya. Saya memang memakai akal dan agama, tidak hanya memakai agama untuk segala hal. Akal itu anugrah Allah kok… kenapa ga dipakai :D

Yang penting kan gak berlebihan ( dalam arti mengagungkan akal ) dalam menggunakan akal.

Di dalam postingan tersebut dia mengatakan tentang bumi adalah pusat tata surya/solar system. Dengan menggunakan dalil dari Al-Qur’an. Dia mengemukakan alasannya dengan dalil yang ada. O ya, saya lupa URL dari postingannya :( habis postingan lama.. susah nyarinya. Ini nyari dari google juga ga ketemu.

Update :
Udah ketemu ! Postingannya dia ada di sini

Tapi ada satu hal yang menganggu sekali ( bagi saya ) :

Yang paling mengganggu saya dari kata-katanya adalah : “Seandainya bumi yang mengelilingi matahari, maka Allah harusnya berkata… “.

Update :
Salah satunya ini : “Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya”

Dia siapa ? Temannya Allah ?? Kok bisa bilang kayak gitu. Seakan-akan Allah seperti manusia. Kalo manusia, kalo kita kenal orang dengan baik, okelah kita berkata gitu. Kita bisa bilang seperti itu. Si A harusnya berkata bla bla bla. Ini Allah… Sang Pencipta. Kok aneh dia, bisa bilang gitu.

Kembali ke ilmu pengetahuan. Teori bumi sebagai pusat alam semesta pernah di kemukakan dan dipaksakan /sebagai dogma oleh pihak gereja ( dengan mengacu pada bible ) pada sekitar 1610 sampai 1633. Itu tahun ketika Galileo mengemukakan pendapat dengan mendukung copernican astronomy. Galileo ditentang habis-habisan oleh gereja pada waktu itu. Bahkan pada akhirnya gereja memenjarakan dia. Dari wikipedia pada artikel dengan judul galileo affair :

In 1633, Galileo Galilei was convicted of grave suspicion of heresy for “following the position of Copernicus, which is contrary to the true sense and authority of Holy Scripture”,[17] and was placed under house arrest for the rest of his life.

Saat itu dengan konsep dogma gereja yang kental, ilmu pengetahuan harus mutlak mengikuti kitab suci. Tapi tidak setelah revolusi gereja…

Oke, kembali ke masalah bumi sebagai pusat tata surya. Dulu ilmu pengetahuan belum berkembang. Orang hanya bisa mengira. Ingat teori bumi itu datar ? Dimana columbus di tertawakan sebelum akhirnya dia menemukan kepulauan di benua Amerika. Pada akhirnya orang mengakui bumi itu bulat…

Dulu orang hanya bisa mengira. Teropong di luar angkasa ( seperti Hubble pada zaman sekarang ) belum ada waktu itu. Orang mengira matahari yang mengelilingi bumi karena fenomena siang malam. Tapi setelah ilmu astronomi berkembang, banyak yang berubah. Salah satu yang mengemukakan heliosentris pada awalnya adalah orang Islam. Bisa dilihat disini : Islamic Astronomy. Saya tidak bermaksud apa-apa, hanya berbagi fakta sejarah. Karena tidak hanya Islam kok… India, dan Mesir juga udah mengemukakan heliosentris pada awalnya. Mungkin ada orang lain yang telah mengemukakan, tapi yang tercatat cuma beberapa.

Nach… sekarang Hubble udah ada. Kita bisa lihat letak tata surya dalam galaksi. Bahkan diketahui bahwa bintang mempunyai garis edar, yaitu mengelilingi pusat galaksi . Jadi kita harusnya udah tahu bahwa Matahari pun mempunyai garis edar. Tidak seperti yang antosalafy bilang bahwa Matahari yang mengelilingi bumi, karena yang punya garis edar adalah matahari bukan bumi ( dengan merujuk ayat ).

Tapi ntar dulu dong… ayat Al-qur’an bagiku itu benar. Tapi cara dia mengkaji yang tidak dari sisi ilmu pengetahuan itu lo menganggu pikiran banget. Kita kan harus mengkaji semua ayat, baik Al-Qur’an maupun yang ada di alam semesta :D

Mungkin itu aja… Semoga bermanfaat.

Komentar»

1. Dekisugi - Jumat, 28 Desember 2007

hohoho, saya setuju. alqur’an bagi saya memang kebenaran mutlak. tapi kayaknya memang kekeliruan dalam menafsirkan kata2 Allah itu bisa terjadi pada siapa saja, karena,

“Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia”

kadang, menafsirkan perumpamaan itu bisa jadi agak nggak tepat ;)

2. Gyl - Sabtu, 29 Desember 2007

@Dekisugi
Ya… memang. Kita cuma bisa main di alam persepsi ;)