Ini mungkin telat, tapi belum terlalu jauh dari momen yang ada.
Tanggal 10 November kemarin para Pengajar Muda (PM) dari gerakan Indonesia Mengajar (IM) angkatan I sudah menuntaskan masa tugas mereka. Aku masih ingat bagaimana waktu itu aku juga termasuk yang mencoba untuk mendaftar sebagai seorang PM. Ketika gerakan tersebut baru saja didengar orang. Aku sudah menduga, aku yang seorang anak manja yang sedikit punya prestasi dan pengalaman leadership tidak bisa lolos. Sedikit menyesal, karena kesempatan emas untuk menjadi orang yang bermanfaat sudah lewat. Sampai aku mendengar kesempatan ke-2 dibuka.
Ah, tapi saat itu aku sudah berada di tempat lain. Aku diterima bekerja disebuah lembaga negara, yang katanya sebuah cara mengabdi untuk negeri. Secara tidak terduga seorang teman meng-inisiasi sebuah inisiatif mengumpulkan dana untuk dibelikan ensiklopedia dan dikirim ke salah satu daerah penempatan PM -yang merupakan sahabat kami.
Aku pun akhirnya membantu temanku itu, sebagai salah satu. Singkat cerita, aku sempat ke markas IM dan kontak dengan mereka untuk meluruskan pemakaian nama mereka. Ya, entah kenapa aku merasa sangat terinspirasi ketika bertemu dengan pihak IM. Jika berada di markasnya saja sudah merasa terinspirasi, bagaimana dengan anak-anak di pelosok daerah yang berinteraksi dengan para PM ?
Aku membayangkan bagaimana para PM nantinya. Continue reading →